Fakultas Desain UNIKOM Gelar Soft Launching Pusat Kajian

Kategori: •

Alt+ Design Hub: Perkuat Riset, Inovasi, Dan Ekosistem Kreatif Berbasis Digital

BANDUNG, UNIKOM — Kamis, 1 Oktober 2026, Fakultas Desain Universitas Komputer Indonesia (UNIKOM) resmi memperkenalkan Pusat Kajian Fakultas Desain yaitu ALT+ DESIGN HUB (Center for Design Innovation and Creative Technology) melalui kegiatan Soft Launching. Bertempat di Ruang 6010 UNIKOM, kehadiran pusat kajian tersebut menjadi langkah strategis Fakultas Desain dalam memperkuat ekosistem riset, inovasi, layanan desain, pengembangan karya, serta kolaborasi dengan berbagai mitra di tingkat lokal, nasional, hingga internasional.

Hadir pada kesempatan tersebut, Wakil Rektor IV Bidang Teknologi Digital & ICT, International Program, & Center of Excellence, Prof. Zainal Arifin Hasibuan, MLS., Ph.D., Dekan Fakultas Desain Prof. Dr. Ir. Lia Warlina, M.Si., Direktur Hibah dan Pusat Kajian Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, S.T., M.T., Kaprodi DKV, Dr. Kankan Kasmana, S.Sn., M.Ds., Kaprodi Desain Grafis, Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, S.Sn., M.Sn., Kaprodi Desain Interior, Dr. Tiara Isfiaty, S.Sn., M.Sn., serta para dosen dan sivitas akademika di lingkungan Fakultas Desain UNIKOM.

Dekan Fakultas Desain Prof. Dr. Ir. Lia Warlina, M.Si., dalam sambutan pembukanya menjelaskan bahwa ALT+ DESIGN HUB telah dipersiapkan sejak bulan Mei 2026. Soft launching tersebut menjadi momentum untuk memperkenalkan sekaligus memperkuat arah pengembangan pusat kajian yang diharapkan dapat memberikan manfaat bagi Fakultas Desain dan UNIKOM. “Pada kesempatan ini Fakultas Desain melaksanakan soft launching pusat kajian yang bernama ALT+ DESIGN HUB. Ini merupakan pusat kajian dengan nama Center for Design Innovation and Creative Technology. Sebenarnya kami sudah merancang ini dari bulan Mei 2026 dan hari ini baru bisa kita resmikan”, tutur Prof. Lia.

Menurut Prof. Lia, kegiatan tersebut juga menjadi ruang diskusi bersama pimpinan universitas untuk membahas bentuk, cakupan, tata kelola, serta peluang kolaborasi yang dapat dikembangkan oleh pusat kajian. Masukan dari Wakil Rektor IV dan Direktur Hibah dan Pusat Kajian menjadi bagian penting dalam mematangkan arah ALT+ DESIGN HUB. Ia menambahkan, Fakultas Desain akan melakukan penyempurnaan dokumen dan tata kelola ALT+ DESIGN HUB agar dapat berjalan secara lebih terarah. Struktur organisasi pusat kajian juga telah dirancang secara sederhana dan efektif sehingga dapat mendukung fleksibilitas dalam menjalankan berbagai program. Lebih lanjut, fokus ALT+ DESIGN HUB diarahkan pada bidang desain, terutama riset, layanan atau konsultasi, serta exhibition. Pusat kajian ini juga akan membuka ruang kolaborasi dengan berbagai mitra yang memiliki keterkaitan dengan desain, baik pada bidang Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, maupun Desain Grafis.

Salah satu perhatian utama Fakultas Desain adalah bagaimana kekayaan intelektual dan karya yang dihasilkan sivitas akademika dapat terdokumentasi serta terdigitalisasi dengan baik. Karya mahasiswa yang selama ini hadir dalam bentuk fisik di lingkungan kampus diharapkan dapat dikembangkan menjadi arsip digital yang dapat diakses dan dimanfaatkan kembali. “Banyak kekayaan intangible yang belum terwujudkan. Karya-karya mahasiswa harus kita kembangkan, jadi tidak hanya fisiknya saja yang ada di fakultas, tetapi kita digitalisasi kemudian kita simpan. Ketika kita membutuhkan, kita tinggal mengaksesnya”, ungkap Prof. Lia. Pengembangan tersebut juga membuka peluang bagi Fakultas Desain untuk menghadirkan pameran dalam format digital. Ke depan, karya-karya desain dapat ditampilkan melalui virtual exhibition dengan melibatkan perguruan tinggi lain maupun para penggiat seni dan desain, sehingga jangkauan karya tidak lagi terbatas pada ruang fisik.

Sementara itu, Wakil Rektor IV Prof. Zainal A. Hasibuan, Ph.D., menyampaikan bahwa dalam soft launching tersebut terdapat berbagai hal strategis yang dibahas, khususnya mengenai cakupan kajian ALT+ DESIGN HUB dan arah pengembangannya ke depan. Menurutnya, pusat kajian tidak hanya akan berbicara mengenai desain dalam konteks teknis, tetapi juga memiliki keterkaitan erat dengan, culture, serta kekayaan karya asli Indonesia. Berbagai kekayaan budaya seperti seni tari dan karya tradisional lainnya berpotensi dikembangkan melalui pendekatan digital, termasuk animasi dan teknologi kreatif.

Prof. Zainal juga menilai, pengembangan tersebut perlu disertai dengan roadmap yang jelas dan target yang terukur. Dengan demikian, ALT+ DESIGN HUB tidak berhenti pada pembentukan kelembagaan, tetapi memiliki program yang dapat dikembangkan secara bertahap dan menghasilkan capaian konkret. Salah satu target yang dicanangkan adalah pembangunan digital gallery serta penyelenggaraan digital art exhibition atau virtual art and design exhibition. Melalui konsep tersebut, karya-karya yang telah dihasilkan secara fisik dapat memiliki representasi di ruang digital. “Di samping apa yang sudah kita buat secara fisik, kita juga buat cerminnya di dunia digital. Sehingga orang yang melihat karya-karya dari desain ini tidak hanya harus datang secara fisik ke tempat, tetapi juga bisa melalui berbagai macam channels, melalui website, media sosial, dan sebagainya”, ungkapnya.

Menurut Prof. Zainal, langkah tersebut sekaligus dapat memperluas akses masyarakat terhadap karya dan kekayaan desain yang dimiliki UNIKOM. Digitalisasi juga menjadi bagian penting dalam memperkenalkan karya sivitas akademika kepada jejaring yang lebih luas, termasuk calon mitra internasional.

Tiga Pilar Pengembangan ALT+ DESIGN HUB

Dalam pengembangannya, ALT+ DESIGN HUB memiliki tiga pilar utama, yakni Research and Collaboration, Service and Consultation, serta pengembangan Expertise dan Exhibition/Diseminasi karya. Pada pilar Research and Collaboration, pusat kajian akan mendorong riset eksperimental dan terapan dalam berbagai bidang, mulai dari Desain Komunikasi Visual, Desain Interior, media digital, UI/UX, budaya, teknologi, hingga media. Kolaborasi juga diarahkan untuk melibatkan akademisi, industri, pemerintah, dan komunitas.

Rangkaian kegiatan kemudian dilanjutkan dengan pemaparan rencana dan konsep ALT+ DESIGN HUB oleh Ketua Program Studi Desain Komunikasi Visual Dr. Kankan Kasmana, S.Sn., M.Sn. Dalam paparannya, ia menjelaskan bahwa ALT+ DESIGN HUB dikembangkan melalui kolaborasi tiga program studi di Fakultas Desain dengan mengoptimalkan potensi dan kepakaran masing-masing. Ia menjelaskan bahwa ALT+ DESIGN HUB diarahkan menjadi ruang solusi, inovasi, dan eksplorasi digital yang menghubungkan pengembangan desain dengan kebutuhan masyarakat, industri, pemerintah, serta komunitas. Sementara itu, istilah Design Hub merepresentasikan pusat kreativitas dan pengembangan berbagai bidang desain.

Kajian yang dikembangkan mencakup visual culture, visual narrative, identitas, informasi dan persuasi, film, animasi, multimedia, desain budaya dan teknologi, desain interior, desain berkelanjutan, desain teknologi, hingga desain lingkungan. Sementara pada pilar Service and Consultation, ALT+ DESIGN HUB akan mengembangkan berbagai layanan desain, seperti branding, promosi, visualisasi informasi, packaging, merchandise, visual narrative, animasi, fotografi, videografi, hingga berbagai kebutuhan desain interior dan spasial.

Layanan tersebut juga diarahkan pada konsultasi desain profesional, analisis dan pemecahan masalah desain, serta pendampingan bagi UMKM, komunitas, dan masyarakat. Dengan demikian, hasil kajian dan kepakaran desain di lingkungan Fakultas Desain dapat diterapkan menjadi solusi yang memiliki dampak nyata. Adapun pilar ke tiga diarahkan pada pengembangan keahlian, pameran, dan diseminasi karya melalui penyelenggaraan maupun keikutsertaan dalam berbagai pameran, baik secara fisik maupun digital. Termasuk di dalamnya pengembangan digital gallery, virtual exhibition, metaverse exhibition, workshop, serta pengembangan basis data dan repositori karya desain.

Dr. Kankan juga menyoroti pentingnya membangun arsip digital karya desain. Menurutnya, selama ini karya dosen maupun mahasiswa yang berpotensi menjadi representasi UNIKOM belum seluruhnya terdokumentasi secara terstruktur sehingga terkadang membutuhkan waktu untuk dikumpulkan ketika akan ditampilkan kepada tamu atau mitra internasional. “Faktor desain menjadi salah satu wajah UNIKOM di hadapan tamu-tamu internasional. Beberapa kali karya kami diperlihatkan kepada tamu internasional, seperti dari Jepang dan Thailand. Karena itu, kami membutuhkan arsip digital yang tersimpan dengan rapi”, jelasnya.

Ke depan, salah satu program yang akan dikembangkan adalah studio inovasi berbasis desain, teknologi, dan budaya. Program tersebut diharapkan dapat memperluas pola kolaborasi antara dosen, mahasiswa, pemerintah, dan mitra industri, tidak hanya dalam bentuk research by research, tetapi juga research by project. Melalui pendekatan tersebut, mahasiswa dapat memperoleh pengalaman nyata dalam mengerjakan proyek, sementara dosen dan mitra dapat memperoleh dukungan sumber daya kreatif dalam menghasilkan produk desain yang bersifat komersial maupun sosial.

Desain Grafis Perkuat Keterhubungan dengan Industri dan Alumni

Ketua Program Studi Desain Grafis Assoc. Prof. Dr. Rini Maulina, S.Sn., M.Sn., dalam kesempatan tersebut menegaskan bahwa, Program Studi Desain Grafis merupakan bagian yang tidak terpisahkan dari Fakultas Desain, sehingga kehadiran ALT+ DESIGN HUB diharapkan semakin memperkuat berbagai program yang selama ini telah dijalankan. Menurutnya, salah satu arah pengembangan Desain Grafis adalah memperkuat keterhubungan dengan dunia usaha dan dunia industri, termasuk melalui jejaring alumni. Kolaborasi dengan alumni yang telah memiliki usaha di bidang desain diharapkan dapat membuka ruang pembelajaran dan pengalaman bagi mahasiswa.

Assoc. Prof. Dr. Rini menambahkan, pola kolaborasi tersebut juga diharapkan dapat menumbuhkan semangat kewirausahaan mahasiswa. Dengan terlibat langsung dalam proyek dan ekosistem industri, mahasiswa tidak hanya dipersiapkan menjadi tenaga profesional, tetapi juga memiliki pengalaman untuk membangun usaha secara mandiri setelah lulus. Ke depan, Program Studi Desain Grafis akan mengembangkan sejumlah program yang selaras dengan kepakaran dosen dan kebutuhan industri, antara lain graphic design research, visual production lab, digital interface and motion lab, graphic design studio applied project, industry linkage, applied design, layanan profesional, serta pengembangan pengetahuan dan aplikasi desain.

Buka Peluang Pendanaan untuk Memperkuat Pusat Kajian

Direktur Hibah dan Pusat Kajian, Dr. Muhammad Aria Rajasa Pohan, S.T., M.T., dalam paparannya menekankan pentingnya memanfaatkan berbagai peluang pendanaan yang tersedia untuk menggerakkan program-program pusat kajian. Menurutnya, keberadaan pusat kajian tidak hanya bergantung pada dukungan internal, tetapi perlu dibangun melalui kemampuan sivitas akademika dalam menangkap peluang hibah dan menyusun proposal yang kompetitif.

Dr. Aria mendorong para dosen di Fakultas Desain untuk mulai mempersiapkan proposal sejak dini, khususnya dengan memanfaatkan peluang pendanaan yang relevan dengan bidang desain, seni, inovasi, dan pengembangan karya. “Peluang jangan sampai kita lewatkan. Memang kondisi pendanaan saat ini memiliki tantangan tersendiri, tetapi kita harus tetap berusaha memperbesar peluang keberhasilan. Kita masih memiliki waktu untuk membuat proposal terbaik yang diharapkan dapat memperbesar peluang didanai pada 2027,” tuturnya.

Ia juga mengingatkan bahwa bidang desain memiliki peluang yang cukup luas untuk dikembangkan melalui skema pendanaan yang berkaitan dengan inovasi seni dan kreativitas. Karena itu, pembentukan ALT+ DESIGN HUB diharapkan dapat menjadi momentum untuk konsolidasi ide, kepakaran, serta potensi program menjadi proposal-proposal yang lebih terstruktur dan berdaya saing.

Menuju Pusat Kajian yang Berdampak

Melalui Soft Launching ALT+ DESIGN HUB, Fakultas Desain UNIKOM mulai membangun fondasi pusat kajian yang tidak hanya berorientasi pada pengembangan keilmuan, tetapi juga menghubungkan riset, budaya, teknologi, industri, masyarakat, dan kreativitas dalam satu ekosistem. Pengembangan digital gallery, arsip digital, virtual exhibition, studio inovasi, layanan konsultasi, workshop, klinik desain, hingga kolaborasi dengan industri dan mitra internasional menjadi bagian dari arah pengembangan yang diharapkan dapat diwujudkan secara bertahap melalui roadmap yang terukur.

Kehadiran ALT+ DESIGN HUB sekaligus menjadi upaya Fakultas Desain untuk memastikan karya dan kekayaan intelektual sivitas akademika tidak berhenti sebagai karya yang tersimpan secara fisik, tetapi dapat terdokumentasi, dikembangkan, didiseminasikan, serta dihadirkan dalam ekosistem digital yang dapat menjangkau masyarakat lebih luas. Dengan fondasi tersebut, ALT+ DESIGN HUB diharapkan tumbuh sebagai pusat inovasi desain dan teknologi kreatif yang mampu memperkuat kontribusi Fakultas Desain UNIKOM dalam menghasilkan riset, karya, layanan, serta kolaborasi yang memberikan dampak bagi sivitas akademika, industri, masyarakat, dan perkembangan desain Indonesia. (Direktorat Hms & Pro)

Share it :